TELADANI JASA PAHLAWAN, SYUKUR KEMERDEKAAN RI - KE 81 DI PERUM DE PANORAMA II DIPENUHI DOA BERSAMA
Table of Contents
DENIINDO, TKABUPATEN TASIKMALAYA - Ada suasana yang istimewa dan berbeda dalam peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 di lingkungan Perumahan De Panorama II, Wilayah Ciinjuk, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Tanpa keramaian yang berlebih, warga memilih jalan yang paling tulus: mengungkapkan syukur lewat doa bersama dan tawasul.
Kegiatan berlangsung khidmat pada Ahad, 16 Agustus 2026 pukul 19.00 malam, berlanjut ke momen kebersamaan di hari kemerdekaan, 17 Agustus 2026. Inisiatif indah ini digagas warga dan dikoordinir oleh Bapak Aji Suganda serta Bapak Guru Ega, yang menyatukan hati keluarga besar warga perumahan dalam satu niat suci.
Sederhana, Namun Bermakna Mendalam
Dalam sambutan singkatnya, Guru Ega — yang dikenal sebagai sosok humanis di lingkungannya — menyampaikan bahwa kebesaran perayaan tidak diukur dari kemewahan, melainkan dari ketulusan hati.
"Walaupun acara ini sederhana, sesungguhnya inilah salah satu wujud hakikat mensyukuri kemerdekaan: dengan berkumpul, berdoa bersama, dan mengenang perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan segalanya untuk kemerdekaan bangsa ini," ucapnya dengan tulus.
Khusyuk Berdoa, Tawasul untuk Pahlawan
Suasana kian menyentuh ketika doa bersama dan tawasul dipimpin oleh Gilang Ferdian, yang hadir sebagai bagian dari keluarga besar warga Perum De Panorama II. Di tengah keheningan yang penuh kekhusyukan, ia mengingatkan semua yang hadir tentang makna sejati peringatan kemerdekaan.
"Mensyukuri kemerdekaan tidak hanya dengan berkibar bendera atau pesta semata. Bukti nyata rasa syukur kita adalah mendoakan para pahlawan, meneladani keberanian, ketulusan, dan semangat pengorbanan mereka. Karena merekalah kita bisa hidup merdeka hari ini," tegas Gilang, menguatkan hati setiap warga yang hadir.
Doa pun terpanjat tulus: semoga para pahlawan diterima di sisi Tuhan, semoga kemerdekaan ini diberkahi, dan semoga generasi penerus mampu menjaga serta mengisi kemerdekaan dengan amal yang bermanfaat.
Penuh Kebersamaan, Ditutup dengan Harapan
Acara yang penuh kehangatan itu ditutup dengan sesi foto bersama — bukan sekadar mengabadikan momen, melainkan menjadi tanda persatuan warga De Panorama II: satu hati, satu niat, bersatu dalam syukur dan doa.
Kegiatan sederhana namun bermakna ini menjadi teladan yang patut diikuti: bahwa di tengah segala kemeriahan, mendoakan dan meneladani jasa para pahlawan adalah inti dari peringatan kemerdekaan yang sesungguhnya.
Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-81! Semoga semangat para pahlawan senantiasa hidup di hati kita, dan syukur ini terwujud dalam persatuan serta kebaikan bersama.
WARTAWAN PENULIS; GILANG
Posting Komentar