PROYEK PEMBANGUNAN RKB SMAN 1 JAMANIS DISOROT MEDIA: PEKERJA TIDAK GUNAKAN APD
Table of Contents
DENIINDO, TASIKMALAYA – Proyek pembangunan 4 Ruang Kelas Baru (RKB) dan 1 Toilet di SMA Negeri1Jamanis, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya disorot publik. Pasalnya, sejumlah pekerja di lokasi proyek terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (12/8/2026), beberapa pekerja tampak bekerja di atas ketinggian tanpa mengenakan helm keselamatan. Sebagian hanya menggunakan topi biasa dan pakaian kerja seadanya. Padahal proyek ini memiliki risiko tinggi seperti kejatuhan material dan terpeleset.
Proyek yang bersumber dari APBN 2026 senilai Rp1.584.247.000,- ini dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah - Direktorat Sekolah Menengah Atas. Sesuai papan proyek, pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kalender terhitung sejak 4 Juli 2026.
Salah seorang warga sekitar yang tidak mau disebut namanya mengaku khawatir dengan kondisi tersebut.
"Harusnya keselamatan pekerja diutamakan. Kalau terjadi apa-apa kan kasian. Apalagi ini proyek pemerintah," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek dan pihak sekolah belum dapat dikonfirmasi terkait penerapan standar K3 di lokasi.
Aturan K3 mewajibkan setiap pekerja konstruksi menggunakan APD lengkap seperti helm, rompi, sepatu safety, dan safety belt saat bekerja di ketinggian. Kelalaian ini dapat berakibat fatal baik bagi pekerja maupun nama baik pelaksana proyek.
WARTAWAN PENULIS: TATANG
Posting Komentar