PROYEK IRIGASI DI DESA SUKAMAJU DISOROT, KETUA KELOMPOK TANI BELUM BERI PENJELASAN
Table of Contents
DENIINDO, KABUPATEN TASIKMALAYA - Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi tersier di Blok Sawah Darat, Desa Sukamaju, Kecamatan Pageurageung, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi sorotan.
Proyek yang bertujuan mendukung pengembangan kawasan agribisnis padi organik ini diduga dikerjakan tanpa struktur pondasi yang jelas serta menggunakan coran tanpa penguatan besi.
Pantauan media di lokasi menunjukkan pekerjaan dilakukan secara manual di area persawahan dengan kondisi berlumpur dan tergenang air. Para pekerja terlihat menggali saluran irigasi menggunakan peralatan sederhana, sementara pada sisi kiri dan kanan galian dipasang papan kayu sebagai penahan coran.
Dari hasil pengamatan langsung, selain belum terlihat adanya pondasi permanen seperti pasangan batu kali, bagian coran yang dikerjakan juga tidak tampak menggunakan rangka besi (tulangan) sebagai penguat struktur. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kekuatan dan ketahanan bangunan dalam jangka panjang, mengingat fungsi saluran irigasi yang akan terus dialiri air.
Mengacu pada papan proyek yang terpasang, kegiatan ini merupakan pekerjaan Irrigation System (Rehabilitation of Tertiary System) yang didanai oleh Islamic Development Bank (IsDB) dengan nilai anggaran sebesar Rp103.590.000.
Proyek ini mencakup area seluas 11,51 hektare dan dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok tani dengan waktu pelaksanaan selama 60 hari kerja.
Media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada ketua kelompok tani selaku pelaksana kegiatan.
Namun saat didatangi ke lokasi, yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Upaya konfirmasi lanjutan melalui pesan WhatsApp untuk meminta penjelasan terkait teknis pekerjaan yang telah dilaksanakan juga belum mendapatkan tanggapan hingga berita ini diturunkan.
Belum adanya penjelasan dari pihak pelaksana membuat kejelasan terkait metode konstruksi yang digunakan masih belum diketahui, termasuk apakah pekerjaan tersebut sesuai dengan spesifikasi teknis atau masih dalam tahap awal yang akan dilanjutkan dengan struktur yang lebih kuat.
Melihat kondisi tersebut, instansi terkait diharapkan segera melakukan pengawasan dan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar teknis yang telah ditetapkan. Hal ini penting agar pembangunan irigasi tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memiliki kualitas yang mampu bertahan dalam jangka panjang serta memberikan manfaat optimal bagi sektor pertanian.
JURNALIS: REDI
Posting Komentar