DUA SANTRIWATI KEMBAR ASAL GARUT HILANG USAI BERANGKAT KE PONDOK PESANTREN DI BANJAR

Table of Contents

DENIINDO - Dua santriwati kembar asal Desa Bayongbong, Kabupaten Garut, dilaporkan hilang setelah berangkat menuju Pondok Pesantren Darul Huda Banjar pada Rabu, 20 Mei 2026. Laporan kehilangan telah dibuat keluarga ke Polsek Bayongbong pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Kedua santriwati tersebut adalah *Ana Rahma Farihan* dan *Ani Rahmi Syaidah*, keduanya lahir di Garut pada Juli 2009 dan berstatus pelajar. 

Menurut laporan Ibu Erwin Winarti selaku pelapor, kedua anaknya berangkat dari rumah sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka diantar hingga Terminal Guntur Garut untuk melanjutkan perjalanan menggunakan bus umum Primajasa jurusan Singaparna-Tasikmalaya. Rute ini dipilih karena tidak ada bus langsung menuju Banjar.

Kabar terakhir yang diterima keluarga, kedua santriwati itu sudah tiba di Terminal Singaparna pada hari keberangkatan. Namun hingga laporan dibuat, keduanya belum sampai ke Pondok Pesantren Darul Huda Banjar yang menjadi tujuan.

Sebelum berangkat, kedua anak tersebut sempat mengeluh kepada teman bahwa mereka lelah setelah mengikuti ujian di pondok dan sempat ingin kembali.

*Ciri-ciri korban:*

*Ana Rahma Farihan*
- Tinggi 160 cm, rambut bergelombang panjang, kulit sawo matang, mata bulat
- Pakaian terakhir: gamis hitam, kerudung hitam, sepatu putih

*Ani Rahmi Syaidah*
- Tinggi 165 cm, rambut bergelombang panjang, kulit sawo matang, mata bulat  
- Pakaian terakhir: kemeja putih, celana putih, kerudung putih, sandal putih

Pihak keluarga memohon bantuan masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan kedua santriwati kembar tersebut untuk segera menghubungi:

*Ibu Erwin Winarti* di nomor *081320660887*  
atau  
*Polsek Bayongbong* di nomor *0262-233181*

Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih dilakukan oleh keluarga bersama pihak kepolisian. 

JURNALIS: REDI

Posting Komentar

Iklan