POLEMIK PEMBANGUNAN TOWER DI DESA CILANGKAP, OKNUM KADES DIDUGA TELAH MENERIMA GRATIFIKASI

Table of Contents

DENIINDO KABUPATEN TASIKMALAYA - Diduga oknum kepala desa Cilangkap telah  menerima gratifikasi dari pembangunan  tower milik pt geihon senilai rp 5 juta rupiah, juga ada warga yang telah menerima Rp 75 ribu rupiah hingga Rp 300 ribu rupiah.

"Hal ini menjadi sebuah preseden buruk bagi  pemerintah daerah,  kepala desa Cilangkap dianggap sangat tidak profesional, sudah terkena kasus dana hibah ditambah lagi sekarang kasus tower,  Camat dan kepala desa harus di periksa" ujar Niko panji Tirtayasa SH MH dari kantor hukum Tirtayasa Law Office.

Lanjut Niko Panji Tirtayasa sebagai putra daerah asli kecamatan Manonjaya,  mengatakan.

"kita harus perangi proyek proyek tidak berijin bila aparat penegak hukum atau pun pemerintah daerah kita ungkap kasus ini siapa dalang dibalik berdiri nya tower tanpa ijin, kenapa Kasatpol pp Bupati, DPRD, diam saja apa ada bagi bagi kue dalam proyek ini sehingga sangat mudah hanya ijin kepala desa dan Camat tower bisa berdiri apakah kepala desa dan Camat pangkat nya lebih tinggi dari Kadis dan Kupati, bilamana Pemda kepolisian tidak mengusut tuntas kita akan segel bersama masyarakat,  kita bukan bicara uang kompensasi atau karena kita tidak di beri bagian tapi ini perihal norma dan etika hukum yg sudah salah", pungkasnya.

Bilamana DPRD kabupaten Tasikmalaya serta Dinas terkait berdiam diri maka patut diduga mereka telah menerima uang tutup mulut, tapi kalau mereka bergerak dan berani menyegel berarti mereka adalah wakil rakyat yang patut kita hargai dan kita pilih di periode selanjutnya.

Mengingat kasus ini sudah ramai hasil laporan warga, dan kantor hukum sudah mengantongi data  siapa saja yang sudah menerima uang suap atau tutup mulut tower tidak berijin ini dan kita sudah buat laporan ke Mabes Polri, Polda Jabar, Polres Tasikmalaya kota, karena ini sudah keterlaluan dan tower ini bukan hanya berdiri di kecamatan Manonjaya tapi di semua wilayah kabupaten Tasikmalaya, saya menghimbau warga masyarakat jangan lagi mau dibohongi dengan uang yang resiko ke depannya sangat tinggi (TIM).

Posting Komentar

Iklan