SATLAT DOKAR GELAR DEMO TARUNG DERAJAT DI MTs LISDA PASIR ANGIN BUNGURSARI
Table of Contents
Deniindo kota Tasikmalaya 30 Agustus 2025 — Satuan Latihan (Satlat) Dokar Tarung Derajat menggelar kegiatan demonstrasi seni bela diri di halaman MTS Lisda Pasir Angin, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, pada Sabtu (30/8/2025).
Acara ini menampilkan berbagai jurus, teknik, hingga simulasi pertarungan yang memperlihatkan keunggulan seni bela diri asli Indonesia tersebut.
Dalam penampilannya, para anggota Satlat Dokar mempersembahkan beberapa jurus dan teknik khas Tarung Derajat, di antaranya:
1. Jurus Derajat 1 – jurus dasar yang wajib dikuasai oleh tingkat Kurata 2 (sabuk hijau).
2. Serangan Tiga Arah – teknik bertahan sekaligus menyerang dari dua sisi lawan, yang biasa dipraktikkan dalam ajang kejuaraan seperti Porda, Popda, hingga PON.
3. Ranger – simulasi pertarungan untuk menghadapi ancaman nyata di lapangan, menggunakan jurus-jurus yang sudah dipelajari.
4. Ng Pad – gerakan khusus yang digunakan saat pertandingan di atas ring.
5. Tarung – pertarungan yang dilakukan secara tunggal maupun kelompok.
6. Filosofi Tarung Derajat – menekankan latihan bukan hanya untuk mengolah kekuatan fisik dan otot, tetapi juga untuk melatih otak, kesantunan, kecerdasan, serta kesadaran diri.
Pelatih Satlat Dokar, Warjo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan Tarung Derajat di Kota Tasikmalaya.
“Hari ini adalah aksi demo dalam rangka pengembangan Tarung Derajat di Kota Tasikmalaya. Tujuannya untuk memperkenalkan seni gerak Tarung Derajat kepada siswa MTS Lisda Pasir Angin, barangkali ada yang berminat bergabung di Satlat Dokar. Harapannya, pembinaan ini bisa membentuk karakter-karakter sesuai aturan Tarung Derajat,” ungkap Warjo.
Kepala Sekolah MTS Lisda Pasir Angin, H. Asep Mubarok, memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan para atlet.
“Saya sangat berterima kasih atas penampilan demo ini. Mudah-mudahan ada di antara siswa yang tertarik bergabung dengan perguruan Tarung Derajat. Ini merupakan pengalaman yang baik dan bermanfaat bagi mereka,” ujarnya.
Salah satu atlet Satlat Dokar, Valeri, menambahkan bahwa Tarung Derajat bisa menjadi wadah positif bagi generasi muda.
“Dengan adanya bela diri Tarung Derajat, harapannya muda-mudi tidak lagi berkelahi di jalan. Lebih baik menyalurkan energi itu di wadah masing-masing seperti Tarung Derajat, yang jelas memiliki aturan dan tujuan membentuk karakter,” ucap Valeri.
*Sekilas tentang Tarung Derajat*
Tarung Derajat merupakan seni bela diri asli Indonesia yang diciptakan oleh Achmad Dradjat pada tahun 1972 di Bandung. Lahir dari situasi sosial penuh kekerasan di kawasan Tegal Lega, Tarung Derajat mengajarkan prinsip realistis dan rasional dengan lima daya gerak moral sebagai intinya: kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian, dan keuletan.
Tekniknya mencakup pukulan, tendangan, bantingan, kuncian, hingga gerakan pertahanan yang efektif. Filosofi utamanya berbunyi:
“Aku belajar dan berlatih beladiri adalah untuk menaklukkan diri sendiri, bukan untuk ditaklukkan orang lain.”
Kini, Tarung Derajat telah diakui sebagai salah satu seni bela diri nasional, digunakan oleh TNI dan POLRI, bahkan diterapkan untuk pembinaan warga binaan di lembaga pemasyarakatan. Selain itu, Tarung Derajat juga berkembang sebagai cabang olahraga kompetitif yang dipertandingkan di berbagai ajang resmi tingkat daerah hingga nasional, termasuk PON.
Kegiatan demo di MTS Lisda Pasir Angin ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat sportivitas dan minat generasi muda di Bungursari untuk terus melestarikan seni bela diri kebanggaan bangsa.
JURNALIS : TATANG
Posting Komentar